Tuhanku, aku ingin datang. Aku ingin kau menjemput

DOA
 
kepada pemeluk teguh

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namaMu

Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh

cahyaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

aku hilang bentuk
remuk

Tuhanku

aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling

 
Puisi Chairil Anwar-pejuang dengan doa
 
 
Aku ingin mencoba berpaling, tapi selalu inti dari kehidupanku itu Engkau. Berapa sepi dan bahagia yang kucoba cari, itu semua punyaMu. Matahari hanya membutakanku, itu yang kupikir benar.
 
Tapi benar, siapa yang tahu?
 
Tapi benar, apa yang benar?
 
Tuhanku itu Kamu. Tuhanku satu. Dan aku ingin mencintaiMu selalu. Tapi mengapa Kau inginkanku untuk melalui coba dan prasangka? Aku tak kuat. Hati dan pikiranku tak kuasa. Ingin aku menghamba. Jatuh duduk mencinta.
 
Tapi aku tak kuasa.
 
Apakah ini dosa?
Advertisements

Aku ingin merindu kau, wahai Roman Ketigaku

Roman Ketiga

Cahya surya menyinari
menyirami sanubari
Kuterlena akan lagu
merdu senandung mendayu.

Aku jatuh dan tak bangun lagi
tenggelam di rayuannya
Menerpa sgala angkara murka
padanya ku ‘kan setia.

 

White Shoes and The Couples Company.

Band Indonesia ini selalu punya lagu-lagu yang bikin hati terlena. Grup dengan dedikasi besar terhadap genre retro-nya ini punya lagu yang betul-betul bikin saya terpana. Hampir setiap hari diputar (tapi liriknya ga apal-apal :p).

Saya bertanya-tanya arti liriknya. Saya mengira-ngira apa yang terjadi pada peristiwa Roman Ketiga ini. Tapi tampaknya tidak ada yang ingin dibeberkan oleh lagu ini. Katanya, “dengar saja. Tak usah menerka-nerka. Ini rahasiaku dan Roman Ketigaku.”

Lagunya mendayu, bikin suasana hati jadi adem. Liriknya penuh teka-teki dan puisi.

Harus saya akui, band Indonesia masih ada yang ga alay. Hahaha.

I wait for you… Hey, boy on the bridge

Image

Hey, cover. I hate you.

Well, pardon me. Tapi covernya ga banget 😐 Saya bahkan tiap liat pengennya face palm. Sungguh mengganggu syekale. Untung, untung banget ga judge the book by it’s cover. Karena isinya BAGUS BANGET NGET BROH! (sertakan bocah teriak-teriak sambil lompat.jpg di sini) Iya, saya bukan penikmat cover dengan manusia sebagai tampilannya. Bagi saya, lebih baik desain bagus dengan warna-warna menarik daripada ada manusia nongkrong di depan sampul buku. Tangan udah siap mencabik-cabik tuh pasti.

Eniwey, buku ini…aduh speechless 😐

Beneran bagus banget, saya habis baca langsung terdiam. Dan buku ini adalah buku yang saya bacanya pelan-pelan biar awet. Pun selesainya dalam 2 hari. Mengapa? Mengapa cepat sekali berakhir? orz. Kalau ada buku yang saya baca amat perlahan, pasti bukunya bagus banget dan saya ga mau pengalaman saya dengan buku itu berakhir. Kalau buku-buku biasa, paling sehari juga kelar soalnya ga mau penasaran sama isinya. Huwahahaha.

Semua nama karakternya bagus. Saya jatuh hati sama Alyosha, kalau ada manusia kayak gitu beneran, saya bakal kejar. Cintanya mengalir dan perlahan. Tapi saya bisa ngerasa apa yang dirasa sama Alyosha. Mengapa cinta selalu menyesakkan?

Buku ini bikin cinta seperti sastra. Saya benci orang-orang yang mengagungkan cerita Juliet-Romeo. Bagi saya lakon itu bodoh, karakter remaja alay yang labil. Tapi buku ini berbeda. Semuanya terasa. Mata, hati, perasaan, semuanya merasakan apa yang terjadi. Saya bilang buku ini sempurna. Saya ga nemuin satu cacat apapun (kecuali cover bukunya ituh :|) dalam novel ini. It’s the best, really. And I’m glad I read this book.

Dan setting tempatnya Rusia, tempat misterius yang romantik.

 

 

BACA!

PS: rating=infinity

History is a mystery, but I’m lonely

Gara-gara baca buku Young Adult dengan tema sangat besar: ROMANCE!

Dan saya benar-benar kesepian karna membayangkan orang-orang di dalam buku sana yang hidupnya tertata apik dan penuh lika-liku misteri yang akhirnya bisa diprediksi di akhir bab. Ugh, how about my life? I wanna be free. Kadang saya mikir kalau hidup ini ibarat novel yang masih jadi outline. Kasar, tidak ada tema, tidak ada outline bahkan.

Tapi saya ga mau bilang bahwa hidup saya ini drama picisan, yang bisa dibeli cuma 50 sen.

Hidup saya bakal bernilai jutaan, saat orang-orang bingung dengan hidupnya masing-masing, saya dengan congkaknya berkata, “Aku bahagia. Mari kita tutup bukunya.” Kemudian mati dengan ridho, siap.

Tapi tetap aja, perasaan kesepian itu tetep ada. Saya beneran iri dengan heroin dan hero di tokoh novel romance itu. Perasaan mereka jumpalitan di tempat, tapi toh tetap bakal bersama. Terus saya heran sendiri dengan hidup saya yang selalu jauh dengan orang lain. Maksud saya, saya selalu merantau. Selalu mencari cara untuk menjauhi orang lain. Terus saya pikir apakah ucapan anti sosial itu hanya alasan belaka?

Hai kamu yang di sana, tanggung jawab dengan insepsimu!

 

Terus kalau boleh, kasih saya satu manusia yang mengerti saya seutuhnya. Baru saya akan memaafkan kamu.

 

Haha, just kidding. Not.

Black and yellow, Hellow!

Hai, saya punya blog!

 

 

 

Hahaha. Maaf soal euforia sepihak ini. Tapi bagi saya bikin blog itu ga gampang. Apalagi maintenis-nya. Hai, saya Ameru. Begitu susah banget nulis karena bukan ga bisa, tapi males. Males adalah musuh saya nomor satu -_- Kadang ide dan mood sudah ada sedemikian rupa, tapi lagi-lagi, males!

 

Males nulis saya itu sudah semacam anak skripsian yang pengen tulisannya jadi lewat telepati. Semacam bluetooth di hape-hape masa kini itu. Tinggal kirim, speech to text, langsung jadi. Mimpi memang. Mimpi terlalu jauh dan hanya imajinasi semata.

Oia, saya bikin blog ini karena geregetan pingin komentar-komentar mengenai buku-buku yang ada di dunia ini (asek). Maafkan kata-kata yang nyeleneh dan ngawur yang bakal banyak tersebar di blog inih :”> (why do you have to blush?) =)) dan saya termasuk pengguna internet dari golongan emoticon abuser. Pardon me. Saya suka baca, kemudian nulis, lalu bicara. Err, bicara dulu baru nulis. Tipe yang suka berbusa-busa ngomongin buku favorit daripada bikin FF dari buku favorit tersebut.

Etapi saya ikut RPF Harry Potter loh. Namanya NewIndoHogwarts. Yup yup.

Isi blog ini bakal random. Mostly about book and me, of course.

So, ciao.